Travel

Sawadee Kha, Bangkok! Part 3: Siam Niramit Show, Wat Saket, Giant Swing

Sawadeekha, sabai dee mai?

Yuhuuu di postingan kali ini saya akan lanjut bahas tempat-tempat menarik lainnya di Bangkok yaitu Siam Niramit Show, Wat Saket, Wat Ratchanatdaram, dan Giant Swing.

Sambil nulis dan edit-edit foto untuk postingan ini saya jadi baper karena kangen banget sama Bangkok, pengeeeen kesana lagi šŸ˜„ Entah kenapa kota Bangkok ini ngangenin banget dan kayak langsung love at the first sight sama segala yang ada disana terutama cowok-cowok alis tebal idamanku. Hehehehe.

Salah satu cita-cita saya di masa depan adalah ingin tinggal menetap di negara lain, hidup dan bekerja di suatu kota di sisi lain dunia, somewhere cold and peaceful (not the north/south pole, please) jauh dari hiruk pikuk Jakarta yang super, andĀ guess what? Bangkok isĀ definitely on my list from now on.

Yuk langsung aja lihat beberapa tempat lainnya di Bangkok yang worth a visit!

1.Siam Niramit Show

Buat kalian yang suka teater atau drama musikal, cocok banget nih nonton ini! Siam Niramit Show merupakan pertunjukan teater musikal yang menceritakan cikal bakal negara Thailand yang dulunya adalah kerajaan Siam yang sangat berjaya. Kerajaan Siam mengalami berbagai peristiwa yang akan kita saksikan dalam pertunjukan ini.

Menurut saya orang yang menyukai seni atau teater akan suka menonton ini, namun untuk yang tidak terlalu suka mungkin akan terasa membosankan. Saya pribadi menyukai pertunjukannya karena dimainkan secara bagus sekali, baik akting pemain, lagu, tarian, efek panggung, pencahayaan dan lainnya. Ngga kebayang mereka harus mengulangi pertunjukkan dengan sempurna setiap hari, pasti sangat melelahkan. Pengalaman dulu ikut pertunjukan konser Ā marching band yang cuma tampil dua hari aja latihannya udah susah banget.

bangkok40
Di luar gedung pertunjukkan
bangkok41
Suasana di luar gedung pertunjukkan
26-siam-niramit-with-dinner-bangkok-tour-2
Sneak peak pertunjukan, saya ambil dari google.

By the way, harga tiket pertunjukannya 1000 baht kalau beli pre order (bukan langsung di loket). Saya waktu itu beli diĀ Voucher BangkokĀ danĀ bisa bayar pake bank BCA. Ini opsi yang bagus kalau kalian nggak punya kartu kredit kayak saya. Di situs itu juga tersedia berbagai tiket lainnya yang bisa kalian beli lebih murah dari beli on the spot.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke pertunjukan Siam Niramit:

  • Di dalam teater DILARANG KERAS memoto atau merekam pertunjukan, sebelum masuk petugas akan mengecek apa kalian bawa kamera dan jika ya maka harus dititipkan di loker.
  • Saat kalian datang, setelah menukarkan tiket kalian akan langsung difoto bersama perempuan berkostum tradisional, kalau bisa langsung siap-siap pose yang cantik karena nanti hasil fotonya akan ditawarkan ke kalian seharga 200 baht (boleh ngga diambil).
  • Lebih baik membeli tiket pre order karena jauh lebih murah.
  • Kalau bisa duduknya dipinggir dekat jalan karena berkesempatan diajakĀ maju ke depan nanti saat ada bagian yang mengajak partisipasi penonton, yang dipilih biasanya yang duduk dipinggir.

Transportasi: Naik MRT turun di stasiun Thailand Cultural Center, nanti ada shuttle vanĀ gratis yang menjemput kalian.

 

2. Wat Saket (Golden Mount)

Hari terakhir saya di Bangkok saya habiskan untuk nge-bolang sendirian awalnya tanpa arah dan tujuan. Awalnya saya ke sungai Chao Praya karena ingin mencoba naik perahu, tanpa tahu tujuan saya mau kemana. Thanks to Google, setelah cari-cari info selama di kapal akhirnya saya memutuskan untuk ke Wat Saket ini.

Wat Saket (Golden Mount) terkenal dengan bangunannya yang tinggi dan di puncaknya terdapat stupa emas yang besar sekali, seperti namanya, Golden Mount, gunung emas. Ketika baru masuk, akan terasa suasana yang sejuk sekali karena ada pepohonan rimbun, dan pendingin yang terus menerus menyemprotkan semacam kabut dingin. Tapi ketika sudah diatas, langsung terasa panasnya terik matahari.

bangkok43
Pas baru masuk suasananya sejuk kayak di pegunungan
bangkok44
Naik tangga ibarat mendaki ke puncak gunung

Lumayan pegal naik keatas karena anak tangga yang harus dilalui lumayan banyak, sebanyak 344 anak tangga.

bangkok45
Pemandangan kota Bangkok dari atas Wat Saket
bangkok46
The Golden Mount

Di bagian atas banyak orang yang berdoa, jadi saya agak kagok awalnya takut mengganggu mereka, tapi lama-lama ngga papa kok. Di atas juga ada yang menjual minuman dingin dan merchandise jika kalian berminat. Dari atas Golden Mount kita bisa melihat pemandangan kota Bangkok dengan berbagai macam rupa dariĀ temple hingga gedung perkantoran modern.

Harga tiket untuk masuk ke Wat Saket ini hanya 20 baht. Tebilang murah karena memang tidak terlalu touristy seperti Grand Palace atau Wat Pho. Untuk transportasi, naiklah perahu di sungai Chao Praya, turun di pemberhentian terakhir (atau tunjukkan gambar tempat ini), setelah itu naik taksi tidak sampai 100 baht, lagi-lagi tunjukkan gambar tempat ini ke supir taksi agar mereka paham.

3. Wat Ratchanatdaram (Loha Prasat)

Setelah selesai mengunjungi Wat Saket saya masih belum tau selanjutnya mau kemana, jadi minta bantuan google lagi dan ketemulah dengan tempat ini, Wat Ratchanatdaram. Berkat petunjuk google maps saya jalan kaki dari Wat Saket ke Wat Ratcha ini sekitar 10-15 menit.

Wat Ratcha ini juga dikenal dengan nama Loha Prasat. Saya penasaran dengan tempat ini karena saya lihat bentuknya yang unik, agak berbeda dengan Wat-Wat lainnya. Wat Ratcha ini dikenal sebagai Metal Castle, yaitu kuil yang terbuat dari logam, yang terdapat pada bagian atapnya.

Untuk masuk ke Wat Ratcha ini, tidak perlu bayar alias gratis! Tempat ini lebih sepi lagi daripada Wat Saket, karena mungkin memang lebih untuk beribadah dibanding untuk wisata. Saat di dalam saja saya hanya berpapasan dengan satu pengunjung lainnya, dan sekelompok biksu.

bangkok47
Ini salah satu hasil foto favoritku di Bangkok
bangkok48
Bagian dari Wat Ratcha
bangkok49
Jendela yang iconic

Saya suka banget sama Wat Ratcha ini! Selain karena gratis masuknya (hehe), sepinya tempat ini jadi bikin saya bisa foto-foto dengan bebas. Saya juga suka banget sama arsitekturnya, bentuk atapnya dan perpaduan warna yang simpel (hitam-putih-emas-merah) tidak harus warna warni bikin Wat Ratcha ini berbeda dengan Wat lainnya.

4. Giant Swing dan Wat Suthat

Salah satu yang iconic dari kota Bangkok ini adalah Giant Swing. Dulunya, Giant Swing ini digunakan untuk upacara adat, dan sempat direnovasi beberapa kali sehingga menjadi yang sekarang ini. Pas awal denger tempat ini pasti mikirnya ini “ayunan besar” atau “kincir angin besar”, ya mungkin dulunya begitu tapi ini sama sekali ga bisa dinaikin kayak ayunan karena tinggi banget dan ga mungkin juga, haha.

Giant Swing ini sendiri terletak di tengah jalanan, di tempat terbuka jadi tidak dipungut biaya untuk mengunjungi atau berfoto bersama Giant Swing. Lebih enaknya lagi, disediakan space luas di trotoar untuk pengujung yang mau berfoto baik dari sebrang jalan maupun dari dekat.

bangkok50
Giant Swing, Bangkok
bangkok51
Giant Swing dan Wat Suthat

Wat Suthat sendiri terletak di seberang jalan dari Giant Swing. Saya kesana karena masih ada waktu sebelum ke tempat selanjutnya. Harga tiket masuk ke Wat Suthat sebesar 20 baht. Di Wat Suthat ini saya menemukan lebih banyak pengunjung dibandingkan dua Wat yang saya datangi sebelumnya. Banyak rombongan biksu yang turut berwisata kesini dan memoto Wat Suthat dari berbagai sudut.

bangkok53
Loket tiket masuk di Wat Suthat
bangkok52
Wat Suthat

Transportasi ke Giant Swing, saya menggunakan Google Maps dari Wat Ratcha berjalan kaki sekitar 10 menit. Giant Swing ini dekat dengan Grand Palace, jadi kalian bisa juga sekalian mengunjungi Grand Palace di hari yang sama.

Sekedar memperjelas informasi, rute perjalanan saya adalah Wat Saket – Wat Ratcha – Giant Swing ini saya lakukan berjalan kaki menggunakan google maps, jadi kalau kalian ingin mengunjungi tempat tersebut bisa dilakukan dalam satu hari yang sama agar tidak membuang tenaga. Area ini juga berdekatan dengan Grand Palace dan Wat Pho, jadi kalau mau, kalian bisa lakukan wisata berbagai Wat dalam satu hari. Tapi jangan lupa siapkan kaki yang kuat, ya!

5. Lumphini Park

Sore hari ketika matahari tidak lagi terik saya memutuskan untuk pergi bersantai di Lumphini Park. Salah satu hal yang saya sukai ketika berkunjung ke luar negeri adalah tersedianya berbagai sarana penunjang kehidupan yang baik, salah satunya taman kota, seperti Lumphini Park ini. Disana saya melihat banyak sekali warga yang sedang lari sore, dan mereka benar-benar kesana untuk berolahraga bukan untuk nongkrong-nongkrong godain cewek yang lewat seperti disini.

Suasana di Lumphini Park sore hari sangat nyaman untuk bersantai duduk-duduk di bangku taman pinggir danau. Di danau juga ada penyewaan bebek-bebekan yang bisa kalian sewa, tapi saya tidak tanya harganya karena ngga berminat (masa goes sendirian). Sangat saya rekomendasikan untuk berkunjung kesini jika kalian ingin merasakan suasana lain dari kota Bangkok.

bangkok55
Jalur lari di Lumphini Park
bangkok54
One fine day at Lumphini Park

Transportasi ke Lumphini Park sangat gampang, naiklah MRT lalu turun di stasiun Lumphini. Setelah keluar stasiun, jalan ke arah jalan raya, lalu ke arah kanan dan Lumphini Park ada di seberang jalan.

Tonton juga keseruan saya di VLOG#7 Return to Bangkok Part 2 dibawah ini šŸ˜€

 

Yeay akhirnya selesai juga menulis berbagai tempat menarik di Bangkok! Tunggu tulisan saya selanjutnya ya, dan terima kasih banyak sudah mampir dan membaca blog saya šŸ˜€

Advertisements

One thought on “Sawadee Kha, Bangkok! Part 3: Siam Niramit Show, Wat Saket, Giant Swing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s