Travel

Lost in Hanoi! Part 1: Penerbangan, Akomodasi dan Transportasi

Hello readers!

Setelah menulis pengalaman saya selama di Bangkok, sekarang tiba saatnya untuk mengulas tentang destinasi perjalanan saya selanjutnya yaitu, Vietnam! Nah di Vietnam ini saya kurang lebih selama 8 hari, tepatnya tanggal 14-21 Oktober 2016. Udah ngga sabar nih mau tulis pengalaman saya di Vietnam, so here they are!

Pertama-tama saya mau memperkenalkan teman-teman saya orang asli Vietnam. Di sebelah kiri ada teman saya yang bernama Ha, dan di tengah namanya Phuong. Nama aslinya sebenarnya lebih panjang, tapi itu nama panggilan mereka. Saya kenal mereka dari acara AIESEC yang kebetulan saat itu saya menjadi salah satu panitianya. Mereka waktu itu datang ke Jakarta untuk volunteer selama 1 bulan lebih. Nah sejak itu saya akrab, dan memang alasan kuat saya mengunjungi Hanoi adalah untuk bertemu mereka 🙂

hanoi5
Saya dan teman-teman saya

Penerbangan

Penerbangan saya dari Bangkok ke Vietnam, tepatnya Hanoi menggunakan maskapai Nok Air. Nok Air? Nah pasti banyak yang belum pernah dengar kan? sayapun baru tau maskapai ini saat booking tiketnya di Traveloka. Nok Air adalah maskapai dari Thailand. Bisa dibilang maskapai domestik, karena sebagian besar rutenya adalah rute domestik Thailand, meskipun ada beberapa rute internasional seperti ke Hanoi.

Hal yang menarik saya untuk booking maskapai ini, adalah sudah pasti harganya yang murah! Cukup dengan sekitar 500 ribu saya sudah dapat tiket penerbangan langsung ke Hanoi, kurang lebih 2 jam perjalanan dan bagasi gratis 15 kg! YEAY! Awalnya saya udah takut kalau bagasinya kelebihan berat secara bawa banyak belanjaan dari Bangkok tapi ternyata engga, Alhamdulillah.

Hal lucu dari maskapai ini adalah saat booking ada logo dapat makanan gratis di pesawat, saya kira akan dikasih makanan berat kan secara flight pagi jam 6. Saya udah bela-belain gak makan pas di bandara Don Mueang biar bisa makan pagi di pesawat, tapi surprisingly ternyata makanan yang dibagikan hanya sepotong roti dan segelas air mineral 😦 Antara sedih dan pengen ketawa karena cuma bayar 500 ribu tapi ngarep makan makanan enak di pesawat, ternyata malah jadi kelaperan banget pagi itu hahaha.

Akomodasi

Pada 5 hari pertama saya di Vietnam, saya menginap di rumah Ha. Rumah Ha ini lumayan jauh dari pusat kota (Old Quarter), yaitu sekitar 10 km. Old Quarter merupakan wilayah utama untuk pariwisata di Hanoi, disana banyak sekali penginapan dan hal-hal yang menarik untuk dikunjungi.

hanoi1
GA Hostel

Nah untuk 3 hari terakhir saya menginap di Ga Hostel, di kawasan Old Quarter. Saya menginap di kamar asrama khusus perempuan, dengan harga sekitar 150 ribu rupiah untuk 3 malam. Ini murah sekali hanya 50rb rupiah per malam! 🙂 Sayangnya saya tidak memoto kamarnya, tapi kamar dan kamar mandinya bersih dan nyaman. Saya booking penginapannya dari situs booking.com.

Saat di Cat Ba Island, penginapan saya sudah termasuk dalam paket tur. Saya menginap di Sea Pearl Hotel, 1 kamar untuk 2 orang. Hotelnya lumayan bagus, tapi sepi. Pas makan di restoran hotel cuma ada beberapa pengunjung aja.

hanoi2
Kamar di Sea Pearl Hotel, Cat Ba

Karena di Sapa saya juga pakai tur, penginapan saya juga sudah termasuk dalam paket tur tersebut. Penginapannya terletak di dekat city hall atau city centernya Sapa. Penginapan ini bukan hotel, namun penginapan milik perusahaan tur & travel tersebut, terletak di lantai atas kantor tur & travel itu. Kamarnya luas, dan kasurnya ada 2 padahal saya sendirian aja disana.

hanoi3
Penginapan di kantor Sapa Express

Transportasi

Di Hanoi saya merasa cukup sulit untuk berpergian sendirian, karena moda transportasi umum yang kurang memadai. Disana tidak ada kereta listrik dalam kota seperti MRT atau KRL Commuter Line, namun hanya ada bis, taxi, ojek pangkalan dan Grab. Untuk berpergian saya selalu diantar oleh teman saya naik motor, sehingga saya tidak pernah mencoba bus dalam kota.

Sepeda motor sangat umum digunakan di Hanoi, mungkin karena kurangnya transportasi umum yang baik. Hal yang lucu ketika berkendara di Hanoi adalah saya melihat hampir semua orang selalu memakai hoodie, masker, dan segala hal yang bisa menutupi kulit mereka dari sinar matahari. Mereka sangat takut kulitnya hitam terbakar matahari, hahahaha. Tapi ini serius banget loh, sampai-sampai seluruh tubuhnya rapet kecuali mata.

Khusus untuk di daerah sekitar Hoan Kim Lake, kalian bisa berkeliling menggunakan becak. Untuk tarifnya saya kurang tahu karena tidak sempat naik, tapi saya melihat banyak turis asing yang naik becak ini.

hanoi4
Becak di Hanoi

Segini dulu ya postingan kali ini, ditunggu ya postingan selanjutnya tentang Halong Bay dan Cat Ba Island 🙂

Baca juga: Lost In Hanoi! Part 2: HaLong Bay & Cat Ba Island

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s