Beauty

Tips Menulis Beauty Article yang Baik (Event Beautiesquad Ngopcan #5)

Hai beauties!

Semakin berkembangnya internet dan media sosial, sekarang mudah sekali untuk mencari informasi tentang suatu hal, salah satunya beauty article. Sebelum beli kosmetik, skincare, atau beauty products lainnya, saya yakin kalian pasti minimal cek reviewnya dulu di internet, ya kan?

Cek review produk sebelum membeli menurut saya penting karena banyak info yang kita bisa tau lebih mendalam, seperti kecocokan produk untuk jenis kulit tertentu, swatch warna kalau untuk lipstik, atau apa produknya enak dipakai, tahan lama, dan lain-lain. Tentu hal-hal ini nggak bisa kita ketahui dari iklan produknya di tv atau di instagram, bahkan ketika di toko pun informasinya bisa jadi masih kurang karena hanya coba-coba sebentar. Nah disinilah pentingnya baca experience dan review dari para beauty blogger di internet yang sudah terlebih dahulu menggunakan produk tersebut.

Minat pembaca untuk membaca beauty article membuat kita, para penulis atau beauty blogger harus tau bagaimana sih menulis sebuah beauty review atau beauty article yang baik, yang informatif dan helpful untuk para pembaca artikel kita. Makanya saya excited banget nih untuk ikut Ngopi Cantik #5: How To Write a Good Beauty Article presented by Beautiesquad, sebuah komunitas online beauty blogger indonesia. Event ini diadakan secara online di whatsapp group dengan pembicara kak Grisselda Nihardja, Head Editor of Beauty Journal by Sociolla.

26872811_342674512899037_247790128028712960_n

So, inilah tips-tips menulis yang saya dapat dari kak Grissel:

Mencari Ide Baru: Cari dari yang Sedang Trending

Sebelum kita mulai menulis, tentunya hal yang paling penting adalah mencari ide. Nah, disini ada beberapa tips dari kak Grissel dalam mencari ide baru untuk ditulis, yaitu cari ide dari apa yang sedang trending! Gimana caranya? Ada beberapa pilihan, yaitu

  1. Lihat di Social Media. Kalian bisa lihat di Instagram, Facebook, Youtube, ataupun Twitter dan lihat apa yang sedang happening.
  2. Cari informasi dari orang-orang sekitar. Kalian bisa cari tau apa sih yang lagi trending atau happening dari orang-orang sekitar seperti obrolan teman-teman/saudara/tetangga atau siapa saja saat makan siang, rumpi, arisan, ngobrol. Selain mendengarkan, kita juga bisa tanya langsung ke mereka tentang produk favoritnya. Dari sini kita buka wawasan dan lihat apa yang orang-orang sukai.
  3. Cek di Google Trends. Kita bisa buka di https://trends.google.com/. Dari sini kalian bisa lihat apa yang sedang trending dicari di google, meskipun tidak spesifik ya. Tapi ini cukup membantu kita melihat apa sedang trending dan di cari-cari orang di google dan membuka peluang kita untuk buat artikel tentang produk itu.

Nah, kalau kita sudah dipenuhi ide atau tiba-tiba ada ide, kalian harus manage ide kita dengan rapi agar tidak lupa. Kalian bisa tulis di notebook, di word, excel, atau dimapaun sesuai nyamannya kalian.

Tipe Beauty Articles

Seperti kalian ketahui, umumnya ada beberapa tipe beauty article yang biasa ditulis, yaitu:

  1. Review. Untuk tipe review umumnya ada beberapa hal yang bisa kalian bahas, seperti kemasan, klaim, ingredients, cara pakai, harga produk, tempat membeli dan pengalaman pemakaian. Ini yang paling sering saya tulis dan saya temui juga di blog para beauty blogger yang lain.
  2. Rekomendasi Produk. Tipe tulisan ini contohnya adalah “5 rekomendasi liquid foundation merek lokal”. Untuk setiap produknya kita tetap harus menulis informasi walaupun tidak terlalu spesifik. Kita bisa tulis apa yang bagus dari produk tersebut, atau apa yang membuat produk tersebut beda dari yang lain.
  3. Tips dan Tutorial. Dalam menulis tips ataupun tutorial, yang harus diperhatikan adalah tipsnya practical dan gampang diaplikasikan oleh para pembaca. Jika tips atau tutorial yang kita tulis memerlukan bahan-bahan yang susah dicari atau tidak praktis untuk langsung dipraktikkan, maka engagement pembaca juga akan berkurang.
  4. Interview. Kalau kita datang ke event product launch atau event lainnya, kita bisa melakukan interview kepada brand manager atau orang-orang dibalik event tersebut. Sebelum melakukan interview, kita juga harus menentukan tema, angle mana yang mau diambil,  dan kembangkan pertanyaan-pertanyaanya.

Semua tipe tulisan harus diberi gambar agar pembaca tidak bosan saat membaca artikelnya.

Tips saat Menulis

Nah, ada beberapa hal juga yang ditekankan kak Grissel untuk diperhatikan ketika kita menulis.

  1. Membuat struktur artikel. Dalam menulis sebuah artikel, jangan lupa untuk perhatikan struktur artikelnya. Umumnya terdiri dari tiga bagian, Intro, Isi, Closure. Dalam intro, kita bisa tulis tentang fear/desire atau masalah. Di bagian isi meliputi poin penjabaran yang sistematis. Terakhir, di bagian closure, kita bisa tulis tentang kesimpulan, dan pertanyaan balik untuk meningkatkan engagement.
  2. Breakdown poin-poin isi tulisan. Agar lebih mudah dalam menulis, kita bisa terlebih dahulu  breakdown poin-poin yang akan dibahas dalam tulisan itu. Misalnya kita akan menulis artikel tentang “kesalahan menggunakan foundation”. Nah disini kita bisa tulis breakdownnya seperti:
    • Kesalahan seputar aplikasi foundation
    • Belum melakukan skin prep dengan baik
    • Pakai foundation saat primer masih basah, dll

Tantangan saat Menulis

Tentu, menulis artikel beauty juga ada tantangan tersendiri. Nah, ini ada beberapa cara mengatasi tantangan yang ditanyakan oleh peserta event dan dijawab oleh kak Grissel.

  1. Menulis sisi negatif produk. Ketika menulis review produk, terkadang tidak semua yang kita tulis merupakan sisi positif dari produk itu. Especially kalau kita menulis honest review, kita harus menulis sejujurnya apakan kita suka produk itu atau tidak. Hal ini menjadi tantangan, terutama kalau yang kita tulis adalah paid review. Menurut kak Grissel, kita harus hati-hati dalam mengemas tulisan kita dengan sopan dan kata-kata yang wajar ketika ingin mengkritik sebuah produk. Kita bisa menulis seperti ini: kalau produk xxxx mungkin bisa lebih cocok untuk pemilik kulit xxxx karena ada kandungan xxxx yang dikenal lebih cocok untuk kulit xxxx. Jangan menulis kata-kata yang menjatuhkan dan kasar. Karena pada akhirnya, kritik dan saran dari kita bisa membantu brand tersebut dalam mengembangkan produknya.
  2. Mengatur budget dalam membuat beauty review. Ini sebenarnya salah satu tantangan umum bagi para beauty blogger, terutama beauty blogger pemula. Bagaimana kita mengatur keuangan untuk membeli produk beauty untuk di review? Menurut kak Grissel, untuk pemula kita jangan memaksakan untuk mengeluarkan budget besar  untuk membeli produk, terlebih untuk produk yang diluar budget. Kita bisa me-review produk yang masuk dalam budget kita atau lebih bagus lagi produk yang sudah kita punyai, agar isi reviewnya juga lebih mendalam. Tips lainnya adalah dengan join komunitas maupun datang ke berbagai beauty event. Biasanya akan dapat goodie bag berisi produk yang bisa kalian review juga.

 

Jangan lupa satu lagi hal penting dari Kak Grissel, and I quote:

Artikel yang bagus akan mendorong pembacanya untuk ikut coba (bisa tips/tutorial/produk), merasakan suara/opini dari penulis (bisa bagus/buruknya produk, atau merasa relevan dengan pengalaman/ceritanya)

Nah, itu semua tips-tips yang saya dapatkan di event Ngopcan #5 bersama Beautiesquad dan Kak Grissel. I hope this event report is helpful for you all. Thank you for reading 🙂

 

Don’t forget to visit!

Beautiesquad

https://www.instagram.com/beautiesquad/

Beauty Journal by Sociolla

https://journal.sociolla.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s