Personal

My Wedding Story (Santi & Audy) – Cerita Nikah di Masa Pandemi dan List Vendor

Haloo semua! Udah lama nih aku nggak posting apa-apa hehe, karena belakangan ini lagi sibuk banget di real life buat planning my wedding! hehe. Yes I am married now! So happy 🙂 Nah di postingan ini aku mau cerita-cerita sekalian curhat tentang acara nikahanku kemarin hehe.

 

Backstory

Sebelumnya aku mau cerita-cerita backstorynya sedikit dulu yaa hehe. Setelah 8 tahunan pacaran, akhirnya we’re married yayy 🙂 Sebelumnya di bulan Juli 2020 aku udah tunangan dan planning buat nikah di bulan Juli 2021, setahun setelah tunangan. Aku udah mulai nyari vendor dan booking vendor dari bulan Desember 2020.

Untuk acara nikahannya, semua konsepnya berasal dari aku dan suamiku. Orang tua kami masing-masing engga ada yang atur harus ini harus itu, jadi semua diserahkan ke kami, dari mulai nyari tanggal, baju, dan semuanya pokoknya. Aku dan suamiku pengen acaranya simple aja dengan konsep intimate wedding gitu dan nggak pake adat apa-apa. Lebih mengarah ke western sih sebenernya konsepnya.

Nah rencana awalnya itu aku nggak mau pakai WO, jadi aku cari semua vendornya sendiri, cuma berbekal research di Instagram sama Tiktok aja. Berbulan-bulan aku nyari vendor mulai dari attire, dekor, fotografi, music, venue, setiap malem scroll-scroll Instagram sampe mata perih dan kepala pusing hahaha. Akhirnya satu-persatu aku dapat vendornya yang sesuai dengan keinginan aku dan suamiku. Setelah dapet semua vendor, aku sama suamiku memutuskan buat hire WO untuk atur acara di hari H supaya acaranya bisa berjalan dengan lancar.

 

The Struggle

Rencana awalnya acara nikahanku mau diadakan di bulan July 2021. Semua vendor sudah siap, tinggal nunggu tanggal aja. Nah disinilah ujiannya hehe, beberapa hari sebelum acara, mamaku kena Covid-19 dan kita serumah otomatis harus karantina mandiri di rumah. Selain itu, di awal July, pemerintah juga mengeluarkan peraturan PPKM Darurat yang nggak memperbolehkan restoran untuk buka (venue awal nikahanku di restoran). Akhirnya terpaksa kita pending semua acaranya sambil menunggu mamaku sembuh dan peraturan lanjutan mengenai PPKM. Sampai di akhir July, ternyata PPKM terus-terusan diperpanjang dan restoran belum boleh dine in sampai waktu yang belum bisa ditentukan, jadi aku terpaksa cari venue baru dan minta refund dari restorannya (Alhamdulillah restorannya kooperatif dan mau refund dengan potongan yang rendah).

Disitu udah stress banget siih, jujur aja. Aku dibantu WO ku coba cari tanggal baru dan venue baru, yang waktu itu mau coba di akhir July sambil nunggu pengumuman PPKM. Ternyata PPKMnya diperpanjang, dan rencana di akhir July itu dipending lagi. Setelah itu, kita cari venue baru dan udah dapet di salah satu hotel di Bekasi untuk tanggal awal Agustus. Tapiii, sekitar 5 harian sebelum hari H pihak hotel inform kalau venuenya belum bisa dipakai jadi aku harus cari venue baru lagi. Jujur pusing banget saat itu haha.

Akhirnya dengan waktu sisa beberapa hari aku cari venue baru, dan Alhamdulillahnya dapet dari rekomendasi temen suamiku yang pernah pake venue itu juga. Setelah dapet venue, aku harus ngurus perpindahan KUA karena aku daftar di KUA Bekasi, tapi venue baruku letaknya di Jakarta. Alhamdulillahnya semua berjalan lancar dengan bantuan WO ku, dan akhirnya aku bisa ngadain acara di tanggal tersebut.

 

Our Wedding

Acara nikahanku Alhamdulillah berlangsung lancar dan sesuai dengan harapan. Meskipun jumlah tamu harus dipangkas banyak karena mengikuti peraturan PPKM disaat itu, tapi yang penting keluargaku dan keluarga suamiku lengkap dan sehat jadi semua bisa mengikuti acara. We are happy with the wedding and happy to be married! Meskipun acara ini banyak berubah dari rencana awal, tapi aku bersyukur bangeet acara ini akhirnya bisa terlaksana dan masih memenuhi ekspektasi kita.

 

Vendors

THANK YOU so much buat semua vendor-vendor yang udah turut mensukseskan acara nikahankuu. I am happy with all vendors 🙂 Nah siapatau kalian lagi cari vendor jugaa, aku mau spill vendor yang kemarin aku pake di nikahanku buat jadi referensi kalian.

  • Venue: Grand Whiz Poins Simatupang Hotel. Buat lokasinya, hotel ini strategis banget karena deket dari pintu tol. Ballroomnya bagus, warna karpetnya nggak norak (ini penting sih hehe), dan di depan ballroom ada taman bagus banget bisa jadi spot foto-foto para tamu undangan. Disana juga disediakan ruang transisi, untuk tamu yang menunggu giliran masuk ke ruangan acara (karena kan dibatasi tamu hanya 30 orang). Jadi nggak penuh dan berkumpul di satu tempat aja. Overall experiencenya bagus dan acara disana berjalan lancar.
  • Dekorasi: Alfoncia Decoration. Aku suka bangett sama hasil dekornya. Hasilnya sesuai dengan requestku, dan properti dekornya semua bagus-bagus dan aesthetic dari mulai karpetnya, kursi meja akad, kursi pelaminan. Nggak ada yang norak pokoknya, bagus semua dengan tema rustic.
  • Bride Attire: Remizy Ivonny Bridal. Untuk attireku, aku pakai dress biasa non adat yaa. Nah aku waktu itu cari yang lokasinya di bekasi supaya gampang fitting dan ambil bajunya. Disini banyak bgt pilihannya dan bagus bagusss dressnya. Aku disini cari white dress yang simple dan ringan buat jalan.
  • MUA: Fadilah Putri (Bride), Syyah Makeup (Family). Buat makeup, aku pakai MUA yang sama kayak acara tunanganku. Aku suka hasilnya karena sesuai sama keinginankuu, dan awet juga sampai akhir acara tanpa touch up.
  • Photography: Aestec Wedding. Aku nemu vendor ini di Tiktok, satu-satunya yang aku temuin dari Tiktok hehe. Menuruku hasil foto dan videonya bagus baguusss dan worth it sesuai dengan harganya.
  • WO: Kamiurus. Nah untuk mengatur hari H, aku pakai WO ini. Tapi dari sebelum hari H juga udah banyak banget membantu terutama karena ada drama pindah tanggal dan pindah venue. Super helpful banget buat acaraku.
  • MC: Dwidaraputriutami. Alhamdulillah MCnya bagus dan bisa membangun suasana walaupun waktu itu tamunya sedikit dan sepi pas di sesi 2 hehehe.
  • Band: Harvest Entertainment. Untuk bandnya, aku pakai yang akustik aja karena tamunya juga sedikit dan tempatnya juga kecil. Bandnya bagus mainnya dan bikin suasana lebih hidup.
  • Souvenir: Sono Kaktus. Buat souvenirnya, aku bagiin mini succulent buat tamu-tamuku, supaya lebih gemes dan anti mainstream ajaa sih hehe mumpung tamunya sedikit kan jadi bisa afford souvenir yang lebih mahalan.
  • Undangan Digital: Possible Wedding. Nah undangannya aku pake full undangan digital dupaya lebih gampang bagiinnya dan tetep bisa kasih undangan virtual ke tamu-tamu yang nggak diundang ke acara fisiknya.

Jadi itu dia vendor-vendor yang aku pake untuk weddingku. Aku pernah bahas lebih lengkapnya di highlight Instagramku, boleh dicek kalau mau lihat hehe.

Kayaknya cukup segini dulu buat cerita cerita kali ini. Nextnya aku bakal nulis beberapa postingan lagi yang related sama weddingku hehe. Semoga membantu kalian yang lagi ngerencanain nikahan juga yaaa. Bubye!

Tulis Komentar Disini

%d bloggers like this: