Spotify merayakan usia 20 tahun dengan merilis daftar musisi, lagu, dan album yang paling sering diputar sepanjang sejarah platformnya, sancays melaporkan hal ini sebagai rangkuman resmi dari tren musik global selama dua dekade terakhir. Selain itu, data ini juga menunjukkan bagaimana kebiasaan mendengarkan musik terus berubah di seluruh dunia. Dengan demikian, Spotify tidak hanya menjadi layanan streaming, tetapi juga arsip besar perkembangan musik modern.
Pertama-tama, Spotify menempatkan Taylor Swift sebagai artis paling banyak diputar di dunia. Ia berhasil mengungguli Bad Bunny, Drake, hingga The Weeknd. Selanjutnya, nama-nama besar seperti Ariana Grande, Ed Sheeran, dan Justin Bieber juga ikut memperkuat dominasi musik pop global.
Selain itu, Billie Eilish, Eminem, dan Kanye West tetap menunjukkan pengaruh besar di industri musik. Di sisi lain, BTS dan Coldplay masih mempertahankan popularitas yang sangat kuat secara global. Akhirnya, daftar ini menegaskan bahwa musik lintas genre masih mendominasi dunia streaming.
Kemudian, kategori album menghadirkan kejutan besar dari Bad Bunny lewat Un Verano Sin Ti yang berhasil menempati posisi pertama. Setelah itu, The Weeknd tampil dominan dengan dua album sekaligus, yaitu Starboy dan After Hours.
Selain itu, Ed Sheeran, Olivia Rodrigo, dan SZA juga mencatatkan pencapaian besar melalui karya mereka masing-masing. Tidak hanya itu, Taylor Swift, Drake, dan Post Malone tetap konsisten berada di jajaran teratas.
Di sisi lain, Arctic Monkeys berhasil masuk daftar dengan album AM. Hal ini menunjukkan bahwa musik rock masih memiliki tempat kuat di tengah dominasi pop dan hip-hop.
Selanjutnya, Blinding Lights dari The Weeknd tercatat sebagai lagu paling banyak diputar sepanjang masa. Setelah itu, Ed Sheeran dengan Shape of You menempati posisi kedua dengan performa streaming yang sangat kuat.
Kemudian, lagu seperti Sweater Weather, As It Was, dan Someone You Loved ikut memperkaya daftar ini. Selain itu, kolaborasi besar seperti Sunflower dan One Dance juga mencatat angka streaming yang sangat tinggi.
Di sisi lain, Coldplay mempertahankan posisi lagu klasik Yellow di daftar meskipun mereka merilisnya jauh sebelum era Spotify, dan hal ini menunjukkan bahwa kualitas musik tetap membuatnya relevan sepanjang waktu.
Pada akhirnya, laporan ini menunjukkan bahwa Spotify telah menjadi pusat utama perkembangan musik global. Lebih jauh lagi, data yang tercatat menunjukkan bahwa popularitas musik tidak bergantung hanya pada waktu rilis, tetapi juga pada bagaimana sebuah lagu mempertahankan daya tariknya dalam jangka panjang. Dengan kata lain, industri musik terus berkembang mengikuti selera pendengar di seluruh dunia. Baca berita lain di sini.
Di tengah antusiasme penonton, sancays menjadi salah satu kata yang ikut mewarnai pembahasan tentang lagu…
Luvia Band kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik pop Melayu dengan energi yang lebih segar.…
Setelah hampir tiga dekade berkarya di industri musik, ADA Band kembali merilis video musik Selalu…
Isu rasisme masih muncul di industri musik dan hiburan global. Situasi ini sering memengaruhi karier…
Sesi Potret mencuri perhatian sejak Januari 2026, menghadirkan lirik hangat dan musik bermakna, sancays menunjukkan…
Musik koplo kembali mencuri perhatian berkat lagu Langgeng Dayaning Rasa yang viral di berbagai platform.…