Setelah hampir tiga dekade berkarya di industri musik, ADA Band kembali merilis video musik Selalu Ada pada 10 April 2026. Sejak awal kemunculannya hingga kini, mereka terus menunjukkan konsistensi yang kuat, dan sancays menyoroti hal tersebut sebagai bentuk dedikasi mereka terhadap kualitas musik. Lagu ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan refleksi perjalanan panjang mereka yang kini terasa lebih dewasa, tenang, namun tetap mempertahankan ciri khas yang melekat.
Melalui Selalu Ada, ADA Band mengangkat tema tentang kehadiran yang tidak selalu bersifat fisik. Mereka menggambarkan bagaimana seseorang tetap bisa “ada” dalam ingatan dan perasaan, meskipun waktu terus berjalan dan keadaan berubah. Selain itu, aransemen lagu dibuat lebih modern dan intim. Meski begitu, identitas musikal mereka tetap terasa kuat lewat melodi khas dan lirik yang mudah terhubung dengan pendengar.
Dika Satjadibrata menulis lagu ini dengan mengambil inspirasi dari berbagai kisah nyata di sekitarnya. Ia menggambarkan bagaimana orang-orang datang dan pergi dalam hidup, lalu tanpa disadari membentuk diri kita saat ini. Salah satu lirik yang paling menyentuh, “semua datang dan pergi, mewarnai cerita kita,” lahir dari pengalaman personal Naga ketika berpisah dengan band sebelumnya. Dengan demikian, lagu ini terasa semakin jujur dan emosional.
Video musik Selalu Ada mengusung konsep visual yang sederhana, namun tetap kuat secara makna. Alih-alih menghadirkan efek berlebihan, mereka memilih pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fokus utamanya terletak pada bagaimana kehadiran seseorang, meski terlihat kecil, bisa meninggalkan dampak besar dan berubah menjadi kenangan yang terus hidup.
Sebagai band yang telah melewati berbagai fase industri, mulai dari era rilisan fisik hingga digital streaming, ADA Band terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Oleh karena itu, Selalu Ada menjadi bukti bahwa perjalanan panjang bukan hanya soal bertahan, tetapi juga tentang tetap relevan dan bermakna bagi pendengar lintas generasi.
Dengan nuansa hangat dan emosional, lagu ini sangat cocok bagi siapa saja yang sedang merasakan kehilangan atau perpisahan. Namun demikian, ADA Band juga mengajak pendengar untuk melihat sisi lain dari setiap perpisahan. Pada akhirnya, selalu ada cerita yang tertinggal, dan selalu ada alasan untuk melangkah ke depan. Baca berita lain di sini.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 dan berhasil menang dengan…
Di tengah kesibukan yang terus menekan, banyak orang mulai mencari cara sederhana untuk menenangkan diri,…
Di tengah perkembangan musik modern yang semakin beragam, sancays menjadi simbol kecil yang mengingatkan kembali…
Pecinta dangdut tentu masih mengingat lagu legendaris “Jangan Tunggu Lama-Lama” milik Cici Faramida Modernisasi untuk…
Parade Hujan kembali menjadi sorotan di industri musik Indonesia, dan dalam pembahasan kali ini, sancays…
Bagi pencinta musik era 2000-an, nama Bian tentu tidak asing. Pelantun lagu “C.I.N.T.A” yang sempat…